MAKALAH PENGEMBANGAN
KURIKULUM PAI
TENTANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah MATERI PAI
Dosen
Pengampuh
Abdul
Kholiq, S.H. I
Penyusun
Achmad Asrori
Sekolah Tinggi
Ilmu Tarbiyah
Raden Santri
Gresik
PEMBAHASAN
Rencana pembelajaran didefinikan sebagai proses dimana guru
memutuskan apa yang akan diajarkan, bagaimana mengajarkannya dan apa yang akan
dipelajari dan apa yang memuaskan siswa.
Ada pro dan kontra mengenai penyusunan rencana pembelajaran.
Ada yang mengatakan kalau penyusunan rencana pembelajaran hanya menghabiskan
waktu, sementara pekerjaan guru yang lain sudah banyak. Ada juga pendapat bahwa rencana membatasi
spontanitas dan kreatifitas guru dikelas. Tetapi rencana pembelajaran bisa
membuat akan membuat pembelajaran lebih efektif. Banyak dosen, guru kelas,
administrator sekolah dan pegawai departemen pendidikan mengatakan perlunya
rencana pembelajaran.
Rencana khususnya bermanfaat bagi guru pemula
Guru amatir sebaiknya menghabiskan waktu dan energy untuk membuat
rencana pembelajaran. Alasannya (1) pengalaman mengajar masih sedikit (2) kawatir dan tidak yakin akan kemampuan
profesionalnya (3) belum tahu apa yang pelajaran diharapkan dan dilakukan oleh
siswa dan (4) dengan meluangkan waktu untuk berpikir dan merencanakan, mengajar
akan lebih kreatif dan menyenangkan.
Perencanaan dianggap sangat penting bagi mahasiswa keguruan
atau guru pemula bahkan kadang selain perencanaan juga perlu bimbingan dari
pengawas atau pembimbing selama mengajar. Buku rencana berguna saat pengawas
meninjau guru pemula dan memastikan kelanjutan pembelajaran saat guru ada
kegiatan lain (dan digantikan guru lain)
.
Menentukan Apa Yang Akan Diajarkan
Apa yang akan diajarkan sedikit banyak ditentukan oleh
perpaduan kebijakan antara negara bagian dan kabupaten tempat kita bekerja.
Tetapi guru kadang memiliki cara sendiri.
Negara bagian memiliki tanggung jawab pada pendidikan dan
menetapkan standar kemampuan yang harus diketahui dan bisa dilakukan oleh
siswa. Standar disusun oleh perwakilan guru. Standar itu dipengaruhi oleh
harapan masyarakat, kebutuhan anak dan saran dari para ahli pada bidangnya.
Standar ini memiliki kekuatan karena kebanyakan Negara
menetapkan tes kecakapan/keahlian (proficiency) di tiap tingkat. Hasil tes ini untuk mengidentifikasi siswa
yang perlu bantuan atau tidak naik.
Pada tingkat kabupaten perwakilan guru, administrator
pendidikan dan orang orang yang peduli secara periodic melakukan pertemuan
komite membahas perkembangan kurikulum. (semacam MGMP di tempat kita).
Tujuannya adalah:
1. Mengembangkan
kurikulum yang berkualitas tinggi ditingkat sekolah
2. Menentukan
program program pelajaran ( Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu ilmu social dll)
3. Menentukan
bagian (bab/topic) dan isi pembelajaran masing masing mata pelajaran
4.
Mengidentifikasi bahan bahan yang berguna sesuai dengan topic
5. Memastikan
bahwa kurikulum yang disajikan dan diusulkan sesuai dengan standar dan ujian
negara bagian
Guru bisa mengajarkan atau tidak mengajarkan semua kurikulum
formal. Bisa menghilangkan dan
menambahkan atau member tekanan pada materi tertentu. Guru adalah penentu akhir apa yang akan
diajarkan dan bagaimana mengajarkannya.
Ada dua macam kurikulum yaitu kurikulum formal yang
ditetapkan oleh negara bagian dan MGMP dan kurikulum yang diajarkan yaitu
kurikulum formal yang diajarkan oleh guru dikelas.
Apabila kurikulum yang diajarkan dikelas dengan cara
pemebelajaran bermakna dan autentik maka siswa akan lebih bersemangat belajar
dan lebih puas.
Apapun mata pelajaran, bab dan topiknya tujuan instruksional
harus dibuat. Tujuan instruksional
menggambarkan apa yang harus diketahui dan bisa dilakukan oleh pebelajar. Tujuan pembelajaran dibedakan menjadi tujuan
umum dan tujuan khusus. Kedua tujuan ini sama sama benar dan punya peran masing
masing. Tujuan umum diungkapkan dengan
kata yang lebih terbuka untuk diinterpretasikan , misalnya memiliki kompetensi
atau kemauan. Tiga contoh tujuan instruksional umum:
· Siswa akan
mengetahui apa yang dimaksud dengan kata kerja
· Siswa akan
menikmati music
· Siswa akan
bisa berenang
Tujuan instruksional diinspirasi oleh tiga jenis
pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
Menurut banyak pendidik, tujuan instruksional yang baik
memberitahukan pada pebelajar apa yang diharapkan akan diketahui dan bisa
dilakukan secara pasti. Ada juga yang tidak sependapat. Karena tujuan
instruksional khusus sangat ‘tepat/ detail’ sehingga sulit untuk ditulis,
karena terlalu focus kadang mengabaikan pengetahuan yang tidak sesuai dengan
tujuan, kadang siswa perlu diberi waktu untuk belajar dengan tujuan yang tidak
kita tentukan (tidak kita tuliskan dalam rencana) dan biasanya guru yang
berpengalaman tidak menulis tujuan instruksional khusus.
Dalam menentukan tujuan, guru mempertimbangkan hal hal
dibawah ini:
· Apakah
tujuan relevan dengan kurikulum?
· Apak tujuan
mengacu pada kemampuan yang harus dikuasai siswa (kognitif, afektif,
psikomotor)?
· Apakah
tujuan mengacu pada tingkat pemahaman atau kinerja untuk tiap domain?
· Apakah
tujuan yang ditulus sesuai dengan apa yang ingin dipahami pebelajar? Apakah
cukup spesifik?
· Apakah
tujuan kira kira bisa dicapai oleh pebelajar?
Menyiapkan Perencanaan Pembelajaran
Pada saat guru memutuskan apa yang akan diajarkan dan
menyiapkan tujuan instruksional yang baik, guru perlu bertanya pada diri
sendiri, seberapa dan jenis pembelajaran apa yang diperlukan siswa.
Sebagai guru,kita secara teratur menyusun perencanaan jangka
panjang, menengah dan jangka pendek.
Rencana jangka panjang adalah untuk waktu satu tahun atau satu semester.
Sedang rencana jangka menengah adalah untuk tiap topic atau bab. Dan setelah
rencana jangka menengah selesai kemudian guru menyusun rencana untuk satu
minggu atau rencana harian.
Pada saat membuat rencana jangka panjang, guru memfokuskan
perhatiannya pada tujuan, waktu yang ada dan sumber sumber (bahan ajar) yang
diperlukan. Setelah itu kemudian guru
membagi kedalam bab bab dan membuat perencanaan untuk masing masing bab. Baru
terakhir guru membuat rencana pembelajaran untuk tiap pertemuan (RPP).
Ada banyak format RPP, tetapi intinya mencakup tujuan,
sumber sumber, induksi (pembukaan), metodologi, assessment, penutup dan
refleksi.
Instrument evaluasi RPP:
1. RPP sesuai dengan kurikulum
2. Tujuannya
jelas dan terukur
3. Tujuan
mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor
4. Tujuannya
sesuai dengan tingkat kemampuan yang tertinggi yang paling mungkin
5. Tujuannya
sesuai dengan keberagaman latar belakang dan kemampuan pebelajar
6. Dilengkapi
dengan informasi tujuan pelajaran bagi pebelajar
7. Sumber sumber
belajar tersedia, tepat, beraneka ragam dan bervariasi
8. Sumber sumber
teknologinya tepat
9. Ada ‘set
induction’( pembukaan)
10. Aktivitas
pembelajarannya jelas
11. Aktivitas
pembelajaran dipilih sesuai dengan pengetahuan guru tentang pembelajaran
12. Aktivitas
pembelajaran sesuai dengan pebelajar
13. Aktivitas
pembelajaran akan membuat pebelajar mencapai tujuan
14. Ada rencana untuk
memantau saat proses pembelajaran
15. Ada rencana untuk
penilaian pebelajar untuk kesimpulan proses pembelajaran
16. Ada materi yang
menghubungkan pelajaran sebelumnya dan sesudahnya
17. Pencapaian
pelajaran sesuai dengan waktu yang
tersedia
18. Rencana disusun
berdasarkan pengetahuan kita tentang pelajaran yang bagus
19. Pikirkan kembali
bahwa mungkin ada yang tidak benar
20. Guru yakin bahwa
dia akan mengajar sesuai rencana dan pebelajar harus belajar dan puas.
Makalah: mata kuliah landasan pembelajaran
Sumber
PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS KEAGAMAAN TAHUN 2014
Penyusun
: Achmad Asrori

No comments:
Post a Comment