MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
TENTANG TINJAUAN FILOSOFIS TENTANG PENDIDIK
Di Ajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI
Dosen Pengampuh
Mustain , M.Pd.I
Penyusun
Achmad Asrori
Sekolah Tinggi Ilmu
Tarbiyah
Raden Santri
Gresik
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Pendidik adalah
Manusia yang paling Mulia karna Jasa jasa beliau sangat berpengaruh pada
penerus bangsa dan masa depan kita.
Disisi lain pendidik juga sebagai
father atau ayah bagi semua peserta didik nya dan mempunyai pribadi yang baik
dimata Mereka.
B.Rumusan
Masalah
-Apa Pengertian
Pendidik
-Apa
saja Tugas Pendidik
-Apa
keutamaan Mengajar
-Apa
saja Jenis pedidik
-Apa
saja Syarat pendidik
-Bagaimana
Sifat Pendidik yang Baik
C.Tujuan
Masalah
Agar
menjadi Pendidik yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pendidik
Dari segi bahasa “pendidik’ menurut WJS
Poerawadarmita adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik.
Istilah tentang pendidik mengacu
kepada seseorang yang memberikan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman
kepada orang lain.
Secara fungsional menunjukan kepada
seseorang yang melakukan kegiatan dan memberikan penegtahuan, keterampilan,
pendidikan, pengalaman, dsb.
Menurut pendapat Ahmad Tafsir,
pendidik dalam Islam sama dengan teori barat, yaitu siapa saja yang bertanggung
jawab terhadap perkembangan anak didik.
Selanjutnya ia mengatakan bahwa dalam
Islam orang yang paling bertanggung
jawab adalah orang tua yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik, yaitu
manusia dewasa yang karena hak dan kewajibannya bertanggung jawab tentang
pendidikan si terdidik.
B.Tugas Pendidik
1.Mengkomunikasikan pengetahuan.
Guru harus memiliki pengetahuan yang
mendalam tentang bahan yang akan diajarkannya, mereka tidak boleh berhenti
belajar, karena pengetahuan yang akan diberikan kepada anak didiknya terlebih
dahulu harus dipelajarinya.
2.Sebagai model.
Dalam bidang studi yang diajarkannya
merupakan sesuatu yang berguna dan dipraktekkan dalam kehidupannya sehari-hari,
sebagai model atau contoh nyata dariapa yang dikehendaki oleh mata pelajaran
tersebut.
3.Menjadi model sebagai pribadi.
Seorang guru haruslah berdisiplin,
cermat berpikir, mencintai pelajarannya, atau yangmematikan idealisme dan picik
dalam pandangannya.
C.Keutamaan Mengajar
Nabi saw. bersabda :"Barang siapa
mempelajari satu bab dari ilmu untuk diajarkannya kepada manusia, maka ia
diberikan pahala tujuh puluh orang siddiq (orang yang selalu benar, membenarkan
Nabi, seperti Abu Bakar Siddiq)."
Pada suatu hari Rasulullah keluar
berjalan-jalan, lalu beliau melihat dua majelis. Majelis yang satu berdo'a
kepada Allah dengan sepenuh hati. Sedangkan majelis yang satunya lagi mengajar
manusia.
Maka abi saw. bersabda :"Adapun
mereka itu memohon kepada Allah swt, jika dikehendaki-Nya maka dikabulkan-Nya,
jika tidak maka ditolak-Nya. Sedangkan mereka yang satu majelis lagi,
mengajarkan manusia dan aku ini diutus untuk mengajar. Kemudian nabi saw
menoleh ke majelis orang mengajar, lalu duduk bersama mereka."
Guru mengolah manusia yang dianggap
makhluk yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah. Oleh karenanya pekerjaan
mengajar amat mulia, karena mengolah manusia tersebut.
Bukan itu saja keutamannya, guru mengolah
bagian yang mulia dari antara anggota-anggota manusia, yaitu akal dan jiwa
dalam rangkamenyempurnakan, memurnikan, dan membawanya mendekati Allah semata.
Berikut
adalah fadillah mengajar:
1)Perbuatan mendidik/mengajar adalah
perintah yang wajib dilaksanakan dan barang siapa mengelak dari kewajiban ini
diancam dengan kekangan api neraka.
2)Perbuatan mendidik/mengajar adalah
perbuatan yang terpuji dan mendapatkan pahala dari Allah dengan pahala yang
sanga banyak.
3)Perbuatan mendidik/mengajar adalah
merupakan amal kebajikan jariyah yang akan mengalirkan pahala selama ilmu yang
diajarkan tersebut masih diamalkan orang lain yang belajar ilmu tersebut.
4)Perbuatan mendidik\mengajar adalah
amal kebajikan yang dapat mendatangkan maghfirah dari Allah.
5)Perbuatan mendidik/mengajar adalah
perbuatan yang sangat mulia, karena mengolah organ manusia yang mulia
Sumber : Dra. Hj. Nur Uhbiyati, (ilmu
pendidikan islam, pustaka setia, bandung : 2005), cet. Ke-3, h.70
D.Jenis-jenis Pendidik
Jika kita mencoba mengikuti petunjuk
Al Qur’an, maka dijumpai informasi, bahwa pendidik itu secara garis besar ada
empat :
1.Tuhan, Allah SWTAllah SWT
menginginkan umat manusia menjadi baik dan bahagia hidup di dunia dan di
akhirat. Karena itu, mereka harus memiliki etika dan bekal pengetahuan,
sehingga ALLah mengirimkan Nabi-nabi yang patuh dan tunduk kapadaNya untuk
menyampaikan ajaran Allah kepadaumat manusia sebagai petunjuk hidup di dunia
dan di akhirat.
2.Nabi Muhammad SAWAllah meminta
kepada Nabi Muhammad agar membina masyarakat dengan perintah untuk berdakwah
(QS Al Mudatsir:74).Rasulullah sebagai penerima Al Qur’an bertugas untuk
menyampaikan petunjuk-petunjuk yang ada dalam Al Qur’an yang dilanjutkan dengan
mensucikan dan mengajarkan manusia.
3.Orang tuaOrang tua harus memiliki
hikmah atau kesadaran tentang kebenaran yang diperoleh melalui ilmu dan rasio,
dapat bersyukur kepada Allah, suka menasehati anaknya agar tidak
mempersekutukan Allah, memerintahkan anaknya agar menjalankan shalat, sabar
dalam menghadapi cobaan dari allah SWT.
4.Orang lain Ialah seorang guru yang
ditugaskan untuk mendidik anak orang lain, yang tentu saja akan menimbulkan
situasi psikologis yang berbeda.
Agar tugas mendidik tersebut tidak
mengendor,maka ajaran agama dan juga praktek dalam sejarah menetapkan beberapa
aturan normatif yang dapat memotivasi guru dalam mendidik. Salah satunya dengan
memberikan kedudukan yang tinggi dan terhormat kepadanya.
E.Syarat-syarat Pendidik
Syarat yang harus dimiliki pendidik
diantaranya:
1.Mencintai jabatannya sebagai guru
2.Bersikap adil terhadap semua murid
3.Berwibawa
4.Guru harus gembira
5.Berlaku sabar dan tenang
6.Harus bersifat manusiawi
7.Bekerjasama dengan guru lain
8.Bekerjasama dengan masyarakat
9.Bertanggung jawab terhadap
kesejahtraan agama
10.Beragama
11.Mencintai anak didik
12.Mempunyai bahasa yang baik
Ada tiga persyaratan atau ciri
dasar(sifat) yang selalu dapat dilihat pada setiapprofesional yang baik
mengenai etos kerjanya. Yaitu:
1)Keinginan untuk menjunjung tinggi
mutupekerjaan (job quality);
2)Menjaga harga diri dalam
melaksanakan pekerjaan;
3)Keinginan untuk memberikan layanan
kepada masyarakat melalui karya profesioanalnya.
Pemenuhan syarat-syarat diatas adalah
kondisi ideal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik.
F.Sifat-sifat Pendidik yang Baik
Untuk dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik, seorang guru di samping harus menguasai pengetahuan, juga harus
memiliki sifat-sifat tertentu yang dengan sifat ini diharapkan apa yang
diberikan oleh guru kepada para muridnya dapar didengar dan dipatuhi, tingkah
lakunya dapat ditiru dan diteladani denganbaik.
Menurut Mohammad Athiyah al-Abrasy,
ada tujuh sifat yang harus dimiliki guru, yaitu:
1.Memiliki sifat zuhud.Tidak
mengutamakan untuk mendapatkan materi dalam tugasnya, melainkan karena
mengharpkan keridlaan Allah semata-mata. Seperti firman Allah dalam QS
Yasinayat 21 yang artinya:“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu,
dam mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
2.Memiliki jiwa yang bersih dari sifat
dan akhlak yang buruk.Athiyah al Abrasy mengatakan, seorang guru harus bersih
tubuhnya, jauh dari dosadan kesalahan, bersih jiwanya, terhindar dari dosa
besar, pamer, dengki, permusuhan, dan sifat-sifat lainnya yang tercela menurut
agama Islam.
3.Seorang guru harus ikhlas dalam
menjalankan tugasnya.Keikhlasan dan kejujuran seorang guru di dalam pekerjaan
merupakan jalan terbaik ke arah suksesnya dalam tugas dan sukse murid-muridnya.
Sesuai antara apa yang diucapkan dengan apa yang diperbuatnya.
4.Bersifat pemaafSanggup menahan diri,
menahan kemarahan, lapang dada, sabar dan tidak lekas marah hanya karena
hal-hal sepele. Ia harus pandai-pandai menyembunyikan kemarahannya, , lemah
lembut, kasih sayang, dan tabah dalam mencapai suatu keinginan.
5.Dapat menempatkan dirinya sebagai
seorang bapak/ibu sebelum ia menjadi guru.Seorang guru harus mencintai dan
memikirkan keadaan murid-muridnya seperti ia terhapa anak-anaknya sendiri.
Mencintai anak murid yang jelas-jelas bukan anak kandung sendiri merupakan
pekerjaan yang secara psikologis yang cukup berat.
6.Mengetahui bakat, tabiat dan watak
murid-muridnya.Dengan pengetahuan seperti ini, maka seorang guru tidak akan
salah dalam mengarahkan anak muridnya, sehingga dapat memilihkan metode yang
tepat dalam proses belajar murid tersebut dan sebagai kontrol atas sikap yang
kita munculkan saat berinteraksi dengan mereka.
7.Menguasai bidang studi yang
diajarkannya,Seorang guru harus mengetahui dan memahami secara mendalam tentang
pengetahuan yang akan disampaikannya, sehingga tidak bersifat dangkal, tidak
menyenangkan dan tidak memuaskan bagimereka yang lapar ilmu.
BAB III
KESIMPULAN
Pendidik adalah spiritual father
(bapak rohani), bagi peserta didik yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu,
pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilakunya yang buruk. Oleh karena itu,
pendidik memiliki kedudukan tinggi.
Dalambeberapa Hadits disebutkan:“Jadilah
engkau sebagai guru, atau pelajar atau pendengar atau pecinta, dan Janganlah
engkau menjadi orang yang kelima, sehingga engkau menjadi rusak”.
Dalam Hadits Nabi SAW yang lain:
“Tinta seorangilmuwan (yang menjadi guru) lebih berharga ketimbang darah para
syuhada”.
Bahakn Islam menempatkan
Pendidiksetingkat dengan derajat Rasulullah.
Al-Syawki Bersyair “Berdirilahdan
ormstilh guru dan berilah penghagaan , seorsng guru ituhampir ssaja merupakan
seorang Rosul”.
Sumber :
-Elkhawarez.blogspot.in
-suzudinata.mywapblog.com
-tintaputihlisna.blogspot.in
Dikutip oleh : Achmad Asrori

No comments:
Post a Comment