Friday, 25 November 2016
Kumpulan font Android
Haloo sahabat semua....
Rori tau kenapa sahabat mampir ke artikel ini.
Pasti sahabat bosen kan dengan font sahabat???hehe
Yaudah nih Rori kasih font android keren keren nich biar gak bosen.
Cara instalnya lewat CWM/TWRP yah...
Oke langsung saja daftar fonts nya...
Cekidot:
Andrea print upright
SS
DOWNLOAD
Choco cooky (favorit Rori nich)
SS
DOWNLOAD ngikut Rori
ARC
SS
Download
Cool jazz
SS
Download
Melota
SS
Download
Noteworthy
SS
Download
Rosemary
SS
Download
Tabitha
SS
Download
Vagy burger
SS
Download
Yahoo
SS
Download
Apple casual
SS
Download
Apple mint
SS
Download
Audio with
SS
Download
Bravo
SS
Download
Comic sans
SS
Download
Jester
SS
Download
Kingsting petrok
SS
Download
Nokia pure
Ss
Download
Sierra madree
SS
Download
Eh eh eh sementara itu dulu yach....
Jangan lupa baca Bismillah sebelum eksekusi agar di beri kelancaran dan kesuksesan oleh Allah SWT.
Amin....
Budayakan izin sebelum download.
Untuk menghargai jerih payah dan kerja keras Penulis.
Terimakasih....
Wasslamu'alaikum...
Wednesday, 23 November 2016
BBM TRANSPARAN V2.5
Anda jengkel dengan iklan di BBM yang muncul dan berpindah tempat pas di posisi jempol anda?😹
Anda resah dengan kuota anda yang cepat habis karna aplikasi bbm?
Anda jengkel karna smartphone anda lemot karna Ram nyesek?
Pastinya BBMlah yang mebuat Ram smartphone anda nyesek sobat... Langsung saja yach...
Kali ini saya akan membagikan BBM transparan yang smooth dan tanpa iklan.
Fitur:
-pesan berwaktu
-menampilkan yang saya dengar
-panggilan bbm
-dll

Eiiiiits.... Tak ada iklan pastinya

Lansung saja sruput..... File
DownloadDownload bbm transparanDownload link 2
Tanks to:
Allah
Nabi Muhammad
Bapak ibu
Dian Rusdhiana
Sahabat semua
Sunday, 3 November 2013
Mungkin Bukan Jodohku
Cerpen Persahabatan Islam - MUNGKIN BUKAN JODOHKU
Usai mengikuti pengajian rutin disekolah tempat mereka mengajar.
“ Luna, gak biasanya kamu gini. Apa kamu sakit ? koq kelihatannya dari tadi melamun terus “ Tanya Rahmi sambil jalan menuju ke rumah.
“ seandainya kamu tahu apa yang ada dihatiku Rahmi, kau pasti gak akan terima ini…” gumam Luna dalam hati.
“ hallo….” Tegur rahmi membuyarkan lamunannya. “ ha, oh,. Ehm… gak papa kok mi, oh ya gimana? tadi malam jadi kerumah Bu Zuraidah ?, trus gimana hasilnya ? “ jawab Luna mengalihkan pembicaraan. “ sudah kubilang. Untuk sekarang ini, aku belum mau memikirkan hal itu. Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral, yang harus kita jalani dengan serius, karena itu bukan sementara, tapi untuk selamanya…” ucap rahmi sedih.
Ia terus memikirkan ayahnya yang sakit – sakitan. Ia masih ingin terus mengurusnya. Ia tak tega kalau harus meninggalkannya. Sementara Bu Zuraidah, ketua yayasan mereka, ingin menjodohkan Rahmi dengan salah satu guru disitu.
“ Rahmi, aku ngerti kok perasaanmu. Tapi cobalah kamu istikharah meminta petunjuk kepada Allah. Kesempatan tidak datang dua kali. Pak Ferdhi sangat cocok untukmu. Dia seorang Da’i. Kami semua guru – guru disini mendukung..” ucap Luna membesarkan hatinya, sambil menghapus setetes air mata Rahmi yang tiba – tiba saja jatuh mengingat ayahnya yang sedang sakit. Mereka berhenti sesaat. Sebenarnya Luna tidak tega kalau harus merebut ferdhi dari tangannya karena Rahmi begitu akrab dengannya.
***
Malam itu.
Kepala luna sakit sekali, mengingat ucapan yang baru saja didengar. Ia menangis. Masih terngiang ditelinga ucapan ibunya. “ Luna, kapan lagi kamu menikah…?, sudah dua adikmu yang melangkahimu, cepat – cepatlah kamu cari jodoh. Ibu sudah ingin menimang cucu dari kamu..” Ia masih duduk terdiam ditempat tidur, melihat fhoto kekasihnya. Selaksa raut wajah dan tragedi itu terputar kembali mengenang masa lalunya.
Pesta yang megah telah digelar. Seratus undangan lebih telah tersebar. Tapi bukannya mempelai laki – laki yang datang, malahan seorang lelaki berkumis tebal, berbaju seragam cokelat dan bertitel, datang dan menanyakan kejelasan KTP yang diberikan. Korban kecelakaan lalu lintas.
Gaun kebaya yang masih melekat, menjadi saksi perpisahan mereka dirumah sakit. Sang calon suami hanya diam terbujur lemas bersanding infus dan hirupan oksigen yang melekat di wajahnya.
Ia mengejar dokter usai proses operasi. Namun dokter berkata, “ hanya ini yang sanggup kami lakukan. Tuhanlah yang menentukan segalanya. “ ucap dokter itu sedih penuh penyesalan.
Mendengar itu, perasaan bahagia dan cinta yang telah terbangun lama, kini roboh berserakan.
Jilbab yang anggun, tak lagi tertata rapi oleh sedihnya. Lututnya melantai. Derai air matanya tak kunjung henti. Dalam hati ia ingin berteriak,
ya Rabb…. Kenapa kau timpakan ini padaku? Sepertiga malam ia habiskan untuk bermunajat kepada Allah swt. Ia terus menangis, memohon pada yang Kuasa, agar dimudahkan jodohnya. Sebenarnya beberapa calon telah ditawarkan kepadanya.
Ada yang pengusaha, PNS, angkatan, bahkan ada yang ingin melamarnya seorang konglomerat. Namun semua itu ia tolak. Apalah artinya harta yang melimpah apabila tidak dilandasi keimanan dan ketaqwaan yang dapat mengokohkan bahtera rumah tangga.
Semua itu ia tuangkan dalam diary mungil, selepas tahajjudnya.
*
Fajar sidik mulai membangunkan sang mentari dari peraduannya. Selesai sholat subuh, ia tidur kembali.
“ Luna, kamu gak ngajar ?, sekarang sudah jam delapan..” ibunya membangunkan dengan lembut. “ astaghfirullah…” ucapnya tersentak saat mendengar jam delapan.
Langsung ia berberes dan mempersiapkan segala sesuatunya. Bukupun asal sahut saja tanpa melihat – lihat lagi yang mana yang akan diajarkan nanti.
*
Ferdhi tiba di sekolah telat. Ia melihat Madrasah sepi. Beberapa orang tua menggandeng tangan anaknya kembali pulang.
“ kenapa pulang bu?” Tanya ferdhi penuh penasaran, sambil memarkir sepeda motornya dan melepas helm dari kepalanya. “ lho kok Bapak gak pergi?, ayahnya bu rahmi sekarang sedang kritis di rumah sakit.
Semua guru menjenguk kesana. Anak – anak hari ini diliburkan.” Jawab orang tua murid. Ferdhi langsung balik arah menuju rumah sakit
.
Tapi ketika ia sampai disimpang, angkot warna putih berhenti didepannya. Luna turun tergesa.
“ Bu Luna.. ,” panggil Ferdhi mengejutkan. Baru saja Luna membayar ongkos pada pak supir.
“ ada apa pak?” Tanya Luna heran. Jarang sekali Ferdhi mau ngobrol dengan rekan guru akhwat. Kecuali ada sesuatu hal yang sangat penting.
Dengan singkat ferdhi memberitahukan kabar yang ia dapat. Merekapun bergegas ingin pergi ke rumah sakit. Luna sangat segan dan ragu, ingin minta bonceng. Begitu juga ferdhi. Ia sangat menjaga hijab.
Mungkin ia lebih baik memberikan sepeda motornya untuk luna kendarai, daripada harus memboncengnya. “ Bu Luna naik angkot saja ya?” “ ya pak. Gak papa, Bapak duluan saja. Nanti saya menyusul. “ Madrasah sunyi. Semua murid – murid sudah dijemput oleh orang tuanya.
Ada juga yang pulang sendiri karena rumahnya dekat. Ferdhi tidak tega harus meninggalkannya luna sendirian. Iapun menunggu Luna sampai dapat angkot.
Satu setengah jam mereka menunggu angkot. Tetap tak tampak melintas. Angkot lintas ke madrasah memang sangat jarang. Satu – satu. Apalagi kalau sudah jam delapan keatas. Tidak ada sewa. Para pekerja dan pelajar sudah berada ditempatnya masing – masing.
Angkot – angkot itu juga menunggu sewa diterminal sampai penuh, baru mau berangkat. Mereka resah. Entah apa yang sudah terjadi dirumah sakit sana. Mereka ingin segera kesana.
Ferdhi juga bingung. Satupun becak juga tak ada yang muncul. Kalaupun ada, sudah berisi kian penumpang yang ia bawa dari tempat mangkal.
Mentari semakin meninggi. Mereka tidak mungkin melama – lamakannya. Saat darurat, segala sesuatu yang tidak boleh menjadi boleh.
Gak mungkin ferdhi meninggalkan Luna sendiri ditempat yang sepi. Ferdhi mempersilahkan Luna naik disepeda motornya.
Mereka segera meluncur. Ferdhi cukup tangkas menerobos mobil – mobil besar yang mengangkut pasir dan batu. Luna juga tahu batas.
Tidak seperti remaja sekarang pada umumnya. Gak tahu malu. Boncengan dengan bukan muhrimnya. Memeluknya layaknya suami istri. Bahkan mungkin suami istripun malu melakukan itu ditempat umum.
Dasar zaman edan !!
Dus, mereka sampai dirumah sakit. Sejurus kemudian, mereka menemui guru – guru lainnya yang telah lama berada disana. Keluarga Rahmi berada didepan ruang gawat darurat.
Spontan Bu Zuraidah mendekati Ferdhi dan menggiringnya ke sudut ruangan. “ Pak Ferdhi, mungkin hanya Bapak yang dapat menyelamatkan ini. Rahmi sedari tadi pingsan belum siuman. Ia sangat takut ayahnya meninggal. Dari sekian orang saudaranya, hanya Rahmi-lah yang paling disayang oleh ayahnya” ucap Bu Zuraidah penuh pengharapan dan sedih.
Ia melanjutkan.. “ sebelum ayahnya sakit, ayahnya berpesan bahwa ia ingin melihat Rahmi menikah sebelum ia pergi…, entah apa maksudnya. Tolonglah Pak Ferdhi, Rahmi orangnya ta’at, ia sabar dan sebentar lagipun akan diwisuda. Cocok untuk jadi da’iah pendamping pak Ferdhi”, jelasnya runut, mendesak penuh harapan.
Wajahnya memelas. Sebenarnya telah lama juga Ferdhi jatuh hati pada Rahmi. Ia beda dengan guru – guru yang lainnya, yang hanya memakai jilbab dan rok saat mengajar saja.
Bahkan rahmi sering ikut pengajian rutin ibu – ibu arisan yang diisi oleh Ferdhi. Jilbabnya yang menjulur lebar, baju gamisnya yang longgar dan panjang, mampu menusuk hati Ferdhi bagai panah asmara.
Seketika itu juga Bu Zuraidah mengurus tuan kadi dan mahar yang ala kadarnya. Asal ini berlangsung. Sementara itu, Luna terus mengipasi Rahmi yang tengah pingsan di ruang tunggu dengan buku yang asal cabut dari tasnya.
Tapi tiba – tiba saja tangan Luna di tarik oleh salah satu guru yang lain, sebentar keluar.
Kondisi ayah Rahmi semakin parah. Buku yang dipakai luna untuk mengipas, tertinggal disamping Rahmi yang mulai sadar.
Tanpa sengaja rahmi membuka buku itu. Wangi penuh hiasan stabilo dan tinta warna. Itu buku diary Luna. Ia buka halaman terakhir…
Jum’at, 22 januari 2010 Pukul 03: 15 ……..
“ ya Rabb, seandainya aku boleh menjual diriku, akan kuberikan seluruh jiwa dan ragaku untuknya seorang. Aku mencintainya karena keimanan dan ketaqwaannya. Namun aku tak mau menjadi pagar makan tanaman. Biarlah pak Ferdhi bahagia dengan Bu Rahmi. Rabbighfirli ala kulli dzunubi..
*
Semua berkumpul diruang UGD. Termasuk Rahmi yang dibopong masuk oleh guru yang lain.
Bu Zuraidah sudah mengkonfirmasikan ke dokter yang menangani ini. Iapun mendapat izin.
“ayah !! bangun ayah. Sekarang Rahmi akan penuhi permintaan ayah…” ucapnya sesenggukan dengan terus mengharap jawaban.
Air matanya tak terbendung. Tuan kadi, Ferdhi, Bu Zuraidah, Luna dan rekan guru lainnya juga cemas. Namun jawaban yang keluar, lain dari apa yang diharapkan.
Titttttttt……
Gambar gelombang deteksi jantung dilayar monitor bergaris lurus.
Innalillahi wa inna lillahi roji’un…
Suasana haru pilu berkelebat dalam ruangan itu. Ferdhi, Luna, Bu Zuraidah, tuan kadi, rekan guru dan beberapa suster yang direncanakan akan jadi saksi nikah, melihat Rahmi yang tengah sedih tak karuan.
Ia memeluk ibunya dan terus menangis. Tak ada yang berani mengusik mereka. Cepat – cepat Ferdhi membenahi posisi ayahnya.
Mengatur perlengkapan mayat seadanya. Sementara Bu Zuraidah menyelesaikan administrasi rumah sakit agar jenazah ayahnya cepat dibawa pulang.
Tapi Luna, ia hanya bisa melihat sosok sahabat karibnya tengah berkabung. Kasihan. Dalam beberapa minggu ini Rahmi terus sedih memikirkan ayahnya.
Luna mendekati Rahmi. Ia memeluknya. Sesaat hanyut dalam kesedihan.
“mi, kamu harus ikhlas ya. Semua ini sudah kehendak yang kuasa..” ucapnya berusaha menyeka air mata Rahmi dipipinya.
Setelah selesai memposisikan jenazah, Ferdhi pun menghampiri mereka. Ia memberi semangat agar terus positif menatap hidup ke depan.
Namun semua itu tetap tak dapat melunturkan kesedihan rahmi. Tatapan matanya kosong. Fikirannya buntu. Tapi entah kenapa, saat melihat mereka berdua, ia jadi teringat dengan tulisan yang sempat ia baca di diary Luna tadi.
“Setidaknya aku bahagia melihat kalian berdua bahagia” ucap Rahmi yang tiba – tiba bereaksi.
Ia menarik tangan Luna dan Ferdhi yang beralaskan baju kokonya. Begitu juga saat disatukan. Tangan Ferdhi diletakkan ditangan yang berbalut gamisnya. Luna masih bingung
“aku sudah membaca buku diary mu na, aku ingin kalian menikah”. Lanjut Rahmi pasrah.
Semua yang mendengar bergetar heran dengan keputusan rahmi. Bu zuraidah menatap penuh kebimbangan. Bahagia dalam pilu. Dua sahabat yang saling mencintai karena Allah.
Didepan rahmi, tuan kadi menjalankan prosesi akad nikah untuk Luna dan Ferdhi. Sungguh mulia hati Rahmi. Disaat kekalutannya ia masih bias memikirkan orang lain.
Tahajjud luna tak sia – sia. Allah tidak tidur. Ia maha tahu isi hati hambanya. Dan cintapun merebak dengan ikhlasnya.
Thursday, 31 October 2013
JATUH CINTA MENDEKATKANKU PADA ALLAH
“Gubrak”Aku menabrak sesuatu dihadapanku membuat semua buku-buku di gengamanku terjatuh.
Siapakah sosok yang ku tabrak ini, mencoba menoleh kearahnya. Nampaknya seorang pria tinggi, berkulit putih dan berkaca mata.
“hati-hati” ucapnya melepas senyum dari dua belah bibirnya.
Aku menatap wajahnya dalam-dalam. Bibirku berat untuk berucap seperti ada sebuah sengatan listrik yang menyambarku, nafasku begitu berat, jantungku seakan sejenak terhenti.
“kamu gag kenapa-kenapa kan ?” tanyanya meyadarkan lamunanku.
“gag kok”balasku seraya membungkuk memunguti buku-bukuku yang terjatuh.
Ku lanjutkan langkahku. Teringat sosok pria yang ku tabrak tadi, siapakah gerangan dirinya, terbayang selalu ingatan senyum manisnya yang begitu menawan. hemmm..
Mungkinkah aku jatuh cinta ???.
* Pagi jakarta, Aku membuka jendela kamarku.
Malam telah berganti pagi, menyisakan embun pagi yang akan segera hilang tertelan hangatnya mentari. Kicauan burung terdengar mengalun, memberikan keindahan pagi ini.
Sebentar menghampiri laptop, membuka account facebook kemudian bergegas mandi untuk segera pergi sekolah. Tiga jarum Jam tanganku sudah menunjuk pukul 06.30 pagi.
Setelah menyantap beberapa potong roti, segera aku melangkah menuju sekolah.
Aku menyusuri lorong sekolah menuju kelas namun sebelumya aku harus melewati perpustakaan, laboratorium dan ruang guru. Ketika aku melewati ruang guru, aku melihat sosok pria yang kutabrak kemarin.
Nampaknya ia baru saja keluar dari ruang guru.
“Hey..” Panggilku menghampirinya.
“Assalamualaikum” ucapnya berbalik menyapaku.
“Walaikumsalam” balaskku.
“ada apa yah ?”
“ga kok, kenalkan aku Kheisya Azahra” ucapku mengulurkan tangan.
“saya, Mohammad Ikhwan” jawabnya.
Merapatan kedua telapak tangannya di dada.
“salam kenal” menarik lagi uluran tanganku.
Aku mengerti mengapa ia tidak membalas uluran tanganku karena mungkin aku bukan muhrim baginya.
“sudah dulu yah sya, bel masuk sebentar lagi berbunyi” putusnya berlalu meninggalkanku.
Hatiku berbunga-bunga, rasanya bahagia bukan kepalang. Aku seperti mendapat sebuah hadiah terindah karena aku bisa berkenalan dengannya.
Hemm.. ini membuatku semakin ingin tahu siapakah sebenarnya sosok Ikhwan itu. Duduk bersandar di bangku taman sembari menimati snack yang baru saja kubeli dikantin bersama sahabatku Mirna. Kebiasaan inilah yang kulakukan menghabiskan jam istirahat. Sejurus kemudian aku melihat Ikhwan keluar dari kelasnya. Untuk kedua kalinya aku mencoba menghampirinya.
“Mirna, gue kesana dulu sebentar” ucapku meninggalkan Mirna.
“oke” balasnya.
Aku mengikuti langkah Ikhwan . Nampaknya ia menuju mushola yang berada di ujung sekolah tepat di sebelah ruang osis.
“Kheisya, ” sapa Ratna menghampiriku.
“mau shalat Dzuhur?”
“gag, aku gag bawa mukena”jawabku.
“Ratna kenal sama Ikhwan ?”
“oh ka Ikhwan, dia ketua rohis disini. Memangnya ada apa kamu tanya ka Ikhwan ?”
“gag kenapa-kenapa kok. Aku boleh masuk rohis gag ?”
“boleh saja kok, rohis terbuka untuk siapa saja. Kamu datang saja kesini setiap hari minggu jam sembilan pagi mengenakan pakaian muslim”ujarnya.
“oh begitu yah,. Okeh deh, makasih yah”
“iyah sama-sama, kamu jadi Shalat gag ? ini pakai mukenaku”
“gag, lain kali ajah”putusku meninggalkan Ratna.
* Minggu pagi tepat jam sembilan aku datang kesekolah.
Semenjak aku mengetahui bahwasanya ka Ikhwan adalah ketua rohis, kini aku tertarik dengan kegiatan itu.
“kheisya sini..”panggil Ratna dari dalam mushola ketika melihat kedatanganku. Segera aku menghamprinya.
“sya, pakai kerudungmu” pinta Ratna padaku.
“aku gag bawa”
“yasudah ini aku pinjamkan” ucapnya mengeluaran kerudung dari dalam tasnya kemudian memberikannya padaku. Aku mengenakan kerudung pemberian Ratna.
Baru kali ini aku merasakan menggunakan kerudung lagi setelah lama tidak pernah menggunakan. Terakhir ku ingat saat duduk dibangku sekolah dasar dulu, itupun hanya setiap hari jum’at saja.
Tidak lama aku duduk, ka Ikhwan datang bersama dua orang laki-laki yang tidak aku kenal. Kemudian mereka duduk bersila diantara kami. Mengetahui kedatangan ka Ikhwan segera Ratna menghampirinya.
“Assalamualaikum Ka Ikhwan” sapa Ratna.
“Walaikumsalam, ada apa Ratna ?” balasnya.
“Ada sahabat kita yang baru bergabung, namanya Kheisya Azahra” Ratna meperkenalkanku. Jari jempolnya menunjuk kearahku. Ka Ikhwan hanya menolehkan wajahnya kearahku kemudian memberikan senyum.
Akupun hanya tersenyum seraya mengangguk membalas senyumnya. Waktu begitu cepat berlalu, Dzuhur telah datang dan Azan telah di kumandangkan. Kami shalat berjamaah kemudian membaca beberapa ayat Al- Qur’an, ditutup dengan Dzikir bersama dan kamipun di pulangkan.
* Sebulan telah berlalu.
Kini aku semakin dekat dengan sosok ka Ikhwan dan bukan hanya itu semenjak aku bergabung dengan kegiatan rohis kini aku mulai rajin pergi ke mushola, rajin melakukan ibadah,dan telah memakai pakaian muslim setiap pergi sekolah. Tentunya semua ini aku lakukan atas dasar rasa sukaku dengan ka Ikhwan.
Dialah yang mebuat aku benar-benar berubah. Semakin hari kini rasa sukaku itu makin memuncak, ingin segera rasanya aku ungkapkan.
Namun apakah ka Ikhwan akan menerima cintaku.
Jam istirahat aku mengahmpiri ka Ikhwan yang sedang asyik duduk di kantin. Kini saatnya aku ungkapkan semua yang aku rasakan padanya.
“Assalamualaikum ka Ikhwan, Kheisya mau ngomong sesuatu sama kakak” ucapku membuka obrolan.
“Walaikumsallam, iyah ada apa sya ?”
“ka Ikhwan sebenarnya kheisya suka sama kakak, semenjak saat pertama aku nabrak kakak dulu. Dan semua yang kini kheisya lakukkan merupakan cara agar kheisya bisa dekat sama kakak. Entahlah mungkin Allah tidak akan pernah menerima ibadah Kheisya karena selama ini maksud dan tujuannya hanya untuk bisa kenal sama kakak dan kakak bisa suka sama Kheisya. Sekarang aku mau ungkapkan persaan ini sama kakak dan apakah kakak mau menerima cinta Kheisya” jelasku.
“kakak gag percaya dengan apa yang kakak dengar, kenapa kamu harus melakukan semua ini sya” balasnya seperti tidak percaya.
“mohon maaf sya, kakak tidak bisa menerima cintamu karena kakak sudah memutuskan untuk tidak pacaran dan memfokuskan diri pada ujian nasional nanti”
“iyah ka, Kheisya mengerti dan Kheisya juga tahu kalau selama ini Kheisya salah”
“gag ada yang salah kok sya. Seharusnya kamu bersyukur sama Allah, mungkin inilah caraNya untuk mendekatkan kamu padaNya. Sekarang, kamu harus terus melanjutkan ibadahmu dan dasarkan ibadahmu karena Allah”
“iyah ka, makasih atas semua bimbingannya selama ini. Kakak tidak akan berhentikan membimbing Kheisya dekat sama Allah ?”
“Insya Allah tidak selama kamu masih mau belajar. Yuk, sama-sama kita belajar untuk mendekatkan diri pada Allah”
“iyah ka”putusku mengilangkan rasa kekecewaan.
Rasa itu kini makin lama menghilang. Sekarang aku harus belajar untuk melupakan impian perasaan itu, belajar untuk jadi jiwa yang tegar, belajar untuk bisa menjadi lebih baik, dan tentu belajar untuk lebih dekat mencintai Allah.
-Selesai- Semoga bisa memberi manfaat.. bahwasanya jatuh cinta itu mempunyai sebuah manfaat dan bisa dimanfaatkan.. Jangan takut untuk Jatuh Cinta..
Tuesday, 29 October 2013
Lirick Lagu Without Word ost A.N Jell dan terjemahan Indo
langsung aja kita Simak
check this sound
Hajimalgul geuraessuh
Mo reunchuk haebuhligul
Anbo ee neun guetchorom
Bohl soo obneun gotchorom nol ah yeh
Bo jee mal gul geuraetnah bwa
Domangchil gol geuraessuh
Motdeuleun chog geurolgol
Deut ji do mot ha neun chog
Deuleun suobneun gotchorom ah yeh
Nae sarang deut ji ahneul gol
Chorus
Maldo obshi sarangeul algae hago
Maldo obshi sarangeul naegae jugo
Sumgeol hana jo cha nol dam gaehae no kho Ee
rokhae do mang ga ni ka
Maldo obshi sarang ee nareul ddona
Maldo obshi sarangee na reul bo ryeo
Museun maleun halji damun eebi
Hon ja so nollan gotgata
Maldo obshi wa so
Wae ee rokhae appeunji
Wae ja ku man appeunji
Nol bolsu obdaneun go Naega obdaneun go mal go Mo du yaejon goa tokkateun gon dae
Chorus
Maldo obshi nunmulri heullo naeryeo
Maldo obshi gaseummi mu no jyeo ga
Maldo obneun sarangeul gidarigo
Maldo obneun sarangeul apahago
Nok shi nagoboryeo
Baboga dwe boryeo
Haneulman bogo oo nikka
Maldo obshi ee byeol ee nareul chaja
Maldo obshi ee byeol ee nae gae wa so
Chunbi domothago noreul bonaeyahaneun
Nae mami nollan gotgata
Maldo obshi wa so
Maldo obshi watt daga
Maldo obshi ddonaneun
Jinagan yeol byeong chorom
Jamshi apeun myeon dwenabwa jakku
Hyeong tto man namgae twe nikka
Nah kalo yang ini udah Rori Translate
Seharusnya aku melakukan itu
Seharusnya aku mengabaikannya
seperti sesuatu yang saya tidak bisa melihat
Seharusnya aku tidak melihat Anda sama sekali
Seharusnya aku lari
Aku hould telah bertindak seperti saya tidak mendengarnya
seperti sesuatu yang tidak bisa mendengar.
Seharusnya aku tidak mendengarkan cinta sama sekali
Tanpa kata,
Anda membiarkan saya tahu cinta
Tanpa kata,
kau memberiku cinta
Kau membuatku bahkan menahan nafas Anda,
tetapi Anda melarikan diri seperti ini
Tanpa sepatah kata, cinta daun saya
Tanpa sepatah kata, cinta melemparkan pergi
apa yang harus saya katakan selanjutnya?
bibir ditutup saya terkejut sendiri
datang tanpa ada kata
Mengapa sakit sekali?
Mengapa sakit terus menerus?
Kecuali kenyataan bahwa saya tidak dapat melihat Anda lagi
Dan bahwa Anda tidak di sini lagi
Jika tidak, itu sama seperti sebelumnya.
Tanpa kata,
Anda membiarkan saya tahu cinta
Tanpa kata,
kau memberiku cinta
Kau membuatku bahkan menahan nafas Anda,
tetapi Anda melarikan diri seperti ini
Tanpa sepatah kata, cinta daun saya
Tanpa sepatah kata, cinta melemparkan pergi
Apa yang harus saya katakan selanjutnya?
bibir ditutup saya terkejut sendiri
Tanpa kata, air mata jatuh
Tanpa sepatah kata, menghancurkan hatiku bawah.
Tanpa kata, saya menunggu untuk cinta
Tanpa sepatah kata, cinta menyakitkan bagiku
Aku dikategorikan keluar.
Saya menjadi bodoh
karena saya menangis melihat langit
Tanpa sepatah kata, firewell menemukan saya
Tanpa kata, akhirnya datang padaku
Saya pikir hatiku terkejut mengusirmu tanpa preperations Itu datang
tanpa sepatah kata pun.
Tanpa sepatah kata, ia datang dan daun
Seperti demam sebelum
Mungkin perlu saya lakukan adalah bertahan
sakit untuk sementara
Karena pada akhirnya,
hanya bekas luka yang tersisa.
jangan lupa tinggalkan jejak yach para Calon Boybandhehehehe